Minggu, 22 Maret 2015

UCAPKANLAH SYUKURMU

Saya mau share sedikit tentang pengalaman saya hari ini. Tapi sebelumnya saya mau cerita sedikit tentang komunitas saya, yang kira-kira karena komunitas ini saya bisa mendapat pengalaman berharga hari ini.
Saya merupakan salah satu anggota dari sebuah komunitas sosial di Salatiga yang bernama Sahabat Jiwa.
Komunitas kami ini dibentuk sekitar beberapa tahun yang lalu (4/5 thn yll, tepatnya saya lupa).
Komunitas ini dibentuk mula-mula karena kecintaan dari para founder komunitas kami ini terhadap anak-anak. Nah, berhubung yang menhadi founder komunitas ini adalah anak-anak Fakultas Psikologi di UKSW, maka mereka membuat sebuah aksi sosial berupa pendampingan terhadap anak.
Nah, singkat cerita. Sekarang kami sudah memiliki 4 divisi dalam komunitas kami yaitu divisi Puppet Show, Pencil's project, SaPuSaku, serta proyek baru Sahabat Baca (saya termasuk anggota disini).
Nah, kebetulan hari ini saya ikut bantu teman-teman di divisi Pencil's Project untuk mengajar. (FYI: divisi ini adalah divisi belajar kreatif yang diadakan di salah satu dusun di Salatiga). Hari ini kita bermain bersama adik-adik. Bedanya adalah hari ini kami kedatangan tamu dari TC (Trainer's Club) Fakultas Psikologi. Sehingga yang membawakan permainan adalah mereka.
Di akhir pertemuan, kakak-kakak TC membagikan makanan (makan besar, like nasi dkk) kepada semuanya, sehingga kita kiya bisa makan bersama.
Yang bikin saya heran adalah ketika makanan dibagi ada adik-adik yang cuma makan sedikit kemudian menutup kembali makanannya, bahlan ada yang tidak makan nasinya.
Awalnya saya tidak mau bertanya kepada mereka, tapi akhirnya saya menghampiri salah satu anak yang tidak makan.
Saya : "Dek, kok nasinya gak di makan?"
Adik : "Gak kak. Mau bawa pulang aja, biar makan bareng-bareng sama orang rumah."
*jedaaaaaar
(Tiba-tiba rasanya pengen nangis, tapi saya gak bisa nangis di depan mereka)
Hellooo... bayangkan!
Seorang anak kecil saja bisa berbagi dan memikirkan bagian orang lain, bagaimana dengan kita?
Hal ini yang membuat saya makin merenung tentang bagaimana kehidupan saya selama ini.
Mungkin kita sering mengeluh dengan apa yang kita miliki, tapi kita tidak pernah melihat orang di sekitar kita yang tetap bersyukur di dalam kekurangan diri mereka bahkan masih mengingat orang lain sejalipun mereka kesusahan.
So, mari sama-sama kita syukuri apa yang kita miliki, karena semua yang kita miliki ini hanya sesaat dan tidak abadi.
Sekian tulisan kali ini karena saya sudah mulai menitikan air mata.. haha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar